WordPress 7.0 “Armstrong” sudah rilis sejak 20 Mei lalu, dan perhatian komunitas mulai bergeser ke 7.1. Gutenberg 23.2 dan 23.3 bawa cukup banyak perubahan yang perlu kamu cermati kalau aktif develop plugin atau tema.
Ini rangkumannya.
Media editor sekarang jadi pengalaman crop default
Mulai Gutenberg 23.3, crop gambar di WordPress punya tampilan baru. Ada modal tersendiri yang muncul khusus untuk edit media, lengkap dengan freeform crop, pilih rasio aspek, flip, rotate, zoom, sampai edit metadata, semua dalam satu tempat.
Tombol Crop-nya tetap di tempat yang sama seperti dulu, tapi begitu diklik, kamu masuk ke modal yang jauh lebih lengkap.
Kalau plugin kamu ada kaitannya dengan image editing atau metadata gambar, tes sekarang dengan gambar sungguhan. Termasuk navigasi keyboard dan interaksi touch.
Pemrosesan gambar bisa dilakukan langsung di browser
WordPress sekarang bisa generate sub-ukuran gambar langsung di browser pakai pipeline VIPS/WASM, dengan fallback otomatis ke server kalau tidak memungkinkan.
Format yang diminta untuk diuji: AVIF, WebP, HEIC, Ultra HDR, JPEG XL, dan konversi GIF ke video.
Ada batasannya:
- Aktif di Chromium, dimatikan secara default di Firefox dan Safari
- Dilewati di perangkat dengan RAM 2GB atau kurang
- Dilewati juga di koneksi lambat atau dengan Content Security Policy yang ketat di worker-src
Kalau plugin kamu ngurusin upload, thumbnail, atau format gambar modern, ini layak jadi prioritas testing sekarang.
Collaborative editing dikejar untuk 7.1
Real-time collaboration tidak jadi masuk ke WordPress 7.0. Tapi pengembangannya tidak berhenti. Sekarang sudah ada outreach untuk testing fitur ini di Gutenberg versi terbaru, sebagai persiapan menuju 7.1.
Ini masih tahap testing, belum untuk production. Kalau plugin kamu menyimpan editor state, menggunakan meta box, atau bergantung pada perilaku save, ini saat yang tepat untuk coba dan laporkan kalau ada yang tidak beres.
React 19 di-revert, tapi persiapan tetap harus jalan
Upgrade ke React 19 sudah di-revert dari Gutenberg. Penyebabnya: beberapa plugin yang bundle React 18 JSX runtime helpers langsung crash ketika berjalan bersama React 19.
Core team masih menargetkan React 19 untuk WordPress 7.1, dengan strategi yang lebih incremental. Kalau plugin kamu ship compiled JSX, pakai @wordpress/element, atau masuk ke internal editor, dev note React 19 wajib dibaca sekarang.
PHP support akhirnya punya label yang jelas
WordPress 6.9 dan 7.0 resmi full support PHP 8.5. Label “beta support” untuk PHP 8 yang selama ini membingungkan sudah dihapus.
Versi minimum yang didukung adalah PHP 7.4, dengan PHP 8.3 sebagai versi yang direkomendasikan. Kalau dokumentasi, support reply, atau CI kamu masih perlakukan PHP versi baru sebagai eksperimental untuk WordPress, sudah saatnya diperbarui.
Ada proposal besar soal Unicode di email dan username
Ini belum shipped, tapi layak dipantau. Ada proposal yang minta feedback soal perluasan dukungan Unicode di email address, username, dan slug WordPress.
Fungsi yang terdampak antara lain is_email(), sanitize_email(), dan antispambot(), plus filter, penyimpanan database, normalisasi, dan karakter yang terlihat mirip secara visual. Kalau plugin kamu validasi, simpan, masking, atau bandingkan email address, baca proposalnya selagi feedback masih bisa membentuk arahnya.
AI Client sekarang punya tutorial resmi
Sekarang sudah ada tutorial praktis tentang cara bikin plugin image generation menggunakan WordPress AI Client.
Bagian paling berguna adalah pola feature detection-nya: plugin harus cek dulu apakah provider AI sudah dikonfigurasi dan apakah mendukung capability yang dibutuhkan, sebelum menampilkan UI ke user. Tutorial ini walk-through alurnya langsung dari Media Library, dari generate gambar sampai simpan sebagai attachment.
Pseudo-state styling bisa diset per blok
Gutenberg 23.3 tambahkan dukungan pseudo-state styles di instance blok individual. Artinya satu blok bisa punya styling tersendiri untuk :hover, :focus, dan sebagainya, tanpa menyentuh global stylesheet.
wp-now sudah deprecated
Kalau kamu masih pakai wp-now untuk testing lokal, sudah saatnya beralih ke Playground CLI sebagai pengganti resminya. Panduan untuk PR previews dan PHP snippets juga sudah tersedia.
Untuk yang punya plugin atau tema aktif, segera tes kompatibilitasnya dengan WordPress 7.0 sebelum 7.1 datang.