Proyek ini datang dari rekan saya, yang dihubungi oleh seorang klien pemilik website di Memphis, Tennessee. Websitenya, carolynclosz.com, adalah portofolio seorang seniman yang menjual karya dan menerima pesanan lukisan. Pertanyaan awalnya sederhana: “Do you also have any SEO experience? I need to add Memphis, Tennessee and a few other keywords throughout the website.”

Permintaan itu terdengar ringan, tapi setelah saya melihat situasi websitenya, jelas ini bukan sekadar menempelkan kata kunci. Website tersebut belum punya struktur SEO sama sekali — tidak ada optimasi on-page, tidak ada Google Business Profile, dan traffic organiknya hampir nol. Ini adalah kasus yang sering saya temui: website yang sudah hidup tapi belum pernah dioptimasi sejak hari pertama diluncurkan.

Gambaran Proyek

Websitecarolynclosz.com
Jenis BisnisSeniman / Freelance Creative — portofolio dan penjualan karya seni
Lokasi TargetMemphis, Tennessee, Amerika Serikat
PlatformWordPress
Durasi6 bulan (dengan mode maintenance setelahnya)
PendekatanSEO organik — on-page, konten, local SEO, dan link building bertahap

Kondisi Website Sebelum Optimasi

Sebelum mulai mengerjakan apapun, saya melakukan audit awal untuk memahami titik mulai yang sebenarnya. Hasilnya menunjukkan beberapa masalah mendasar yang perlu diselesaikan lebih dulu sebelum memikirkan keyword.

Traffic organik berada di angka 0–50 kunjungan per bulan — angka yang sangat rendah untuk website bisnis aktif. Tidak ada satu pun halaman yang masuk ranking di Google untuk keyword yang relevan. Semua foto karya di galeri tidak memiliki alt text, padahal untuk website seniman, optimasi gambar adalah salah satu peluang SEO terbesar yang sering diabaikan. Title tag dan meta description di setiap halaman masih menggunakan teks default dari tema WordPress, bukan teks yang ditulis untuk mesin pencari. Google Business Profile belum dibuat sama sekali, yang berarti website ini tidak akan muncul di Google Maps ketika seseorang mencari jasa seni di Memphis.

Satu hal yang saya catat: struktur website dasarnya sudah cukup baik. Ada halaman layanan, halaman galeri, dan halaman kontak yang terpisah. Fondasi arsitekturalnya sudah ada — yang kurang hanya sinyal SEO di atasnya.

Strategi: Mengapa Pendekatan Bertahap

Pertanyaan pertama yang saya hadapi adalah: dari mana mulai? Klien meminta “tambahkan Memphis, Tennessee di website” — sesuatu yang secara teknis bisa diselesaikan dalam satu hari. Tapi melakukan itu tanpa fondasi yang benar tidak akan menghasilkan perubahan ranking yang nyata.

Saya memilih pendekatan 6 bulan bertahap karena alasan yang praktis: Google membutuhkan waktu untuk merayapi, mengindeks, dan mengevaluasi perubahan. Melempar semua optimasi sekaligus dan berharap hasilnya instan adalah ekspektasi yang tidak realistis, dan saya tidak ingin klien kecewa di bulan kedua ketika ranking belum bergerak. Dengan pembagian fase yang jelas, klien bisa melihat kemajuan bertahap dan memahami bahwa SEO adalah proses, bukan sakelar.

Pelaksanaan Per Fase

Bulan 1 — Audit dan Riset Keyword

Bulan pertama sepenuhnya saya gunakan untuk memahami situasi sebelum menyentuh satu baris pun konten di website. Audit teknis mencakup pengecekan kecepatan halaman, kompatibilitas mobile, broken links, dan struktur URL. Website ini tidak memiliki masalah teknis yang serius, tapi kecepatan loading galeri foto perlu diperhatikan karena gambar-gambar karya seni berukuran besar tidak dikompresi dengan baik.

Riset keyword untuk website seniman di Memphis menghasilkan beberapa kelompok keyword yang berbeda karakternya. Ada keyword berbasis produk seperti “commission painting artist” dan “original artwork for sale” yang bersifat transaksional — orang yang mengetik ini sedang dalam mode membeli. Ada keyword berbasis lokasi seperti “fine art painter Memphis Tennessee” dan “local artist Memphis TN” yang menggabungkan intent dengan geografi. Dan ada keyword informatif seperti “how to commission a painting” yang menarik pengunjung di tahap awal proses keputusan.

Pemilihan keyword untuk halaman utama difokuskan pada kombinasi lokasi dan layanan, bukan keyword tunggal yang terlalu broad. “Memphis Tennessee” saja tidak cukup spesifik untuk menghasilkan pengunjung yang relevan.

Pelajari: Cara Melakukan SEO Audit dan Riset Keyword di Bulan Pertama Proyek

Bulan 2 — Optimasi On-Page

Ini adalah fase paling padat secara teknis. Saya mulai dari halaman yang paling penting: homepage, halaman layanan, dan halaman kontak.

Untuk homepage, H1 diubah agar secara alami menyebut lokasi dan jenis layanan. Paragraf pembuka ditulis ulang untuk memperkenalkan siapa klien, apa yang ditawarkan, dan di mana — tanpa terasa seperti daftar keyword yang dipaksakan. SEO yang baik tidak terasa seperti SEO ketika Anda membacanya; terasa seperti tulisan yang jelas dan informatif.

Pekerjaan yang paling menyita waktu di bulan ini adalah optimasi alt text seluruh gambar di galeri. Website ini memiliki puluhan foto karya seni, dan masing-masing perlu alt text yang deskriptif dan relevan — bukan sekadar “image001.jpg” atau pengulangan keyword yang sama di setiap foto. Alt text yang baik untuk website seniman mendeskripsikan medium, subjek, dan konteks karya, yang secara tidak langsung juga membantu Google Image Search.

Title tag dan meta description ditulis untuk setiap halaman menggunakan Rank Math. Untuk halaman layanan, saya menggunakan format yang menempatkan layanan spesifik di depan, diikuti lokasi, lalu nama brand — karena itulah urutan yang paling relevan bagi seseorang yang sedang mencari.

Bulan 3 — Konten

Blog adalah aset jangka panjang yang sering diremehkan klien pada awalnya. Saya menjelaskan bahwa blog bukan sekadar media promosi — ini adalah cara website membangun otoritas topik di mata Google secara bertahap.

Dua artikel pertama yang saya rekomendasikan untuk ditulis berfokus pada pertanyaan yang benar-benar ditanyakan orang ketika mereka ingin memesan lukisan: bagaimana prosesnya, berapa lama, dan apa yang perlu disiapkan. Artikel seperti ini menjawab pertanyaan nyata dari calon pembeli, bukan sekadar mengulang informasi yang sudah ada di halaman layanan.

Bulan 4 — Local SEO

Google Business Profile adalah salah satu langkah dengan dampak paling cepat terlihat untuk bisnis lokal. Setup-nya mencakup pemilihan kategori bisnis yang tepat, penulisan deskripsi yang mencantumkan layanan dan lokasi secara alami, upload foto karya berkualitas tinggi, dan memastikan nama, alamat, serta nomor telepon konsisten antara profil Google dan website.

Konsistensi data NAP (Name, Address, Phone) ini terdengar sepele, tapi sering menjadi sumber kebingungan bagi algoritma Google Local. Satu saja ketidaksesuaian antara format alamat di website dan di Google Business Profile bisa memperlemah sinyal lokal yang sedang dibangun.

Di fase ini juga dilakukan pendaftaran ke beberapa direktori lokal yang relevan untuk seniman dan bisnis kreatif di Memphis. Baca juga Apa Itu Local Seo .

Bulan 5 — Link Building

Link building untuk website seniman lokal berbeda dari link building untuk website e-commerce besar. Pendekatannya lebih ke outreach yang bertarget: mencari blog seni, komunitas kreatif lokal, dan media lokal Memphis yang relevan untuk mendapatkan backlink yang kontekstual.

Guest post di blog seni yang memiliki audiens relevan lebih bernilai daripada backlink dari direktori umum yang tidak ada hubungannya dengan dunia seni. Kualitas dan relevansi backlink jauh lebih penting daripada kuantitasnya — prinsip yang sudah lama ada di SEO tapi masih sering diabaikan.

Bulan 6 — Pelaporan dan Evaluasi

Di bulan terakhir, saya menyusun laporan yang membandingkan kondisi awal dengan kondisi setelah enam bulan. Laporan ini bukan sekadar angka — saya juga menjelaskan mengapa setiap metrik bergerak ke arah yang ia bergerak, dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya.

Hasil Setelah 6 Bulan

MetrikSebelum SEOSetelah 6 Bulan (Estimasi)
Traffic organik0–50 kunjungan/bulan100–200 kunjungan/bulan
Keyword masuk ranking05+ keyword halaman pertama
Google Business Profile viewsBelum ada / sangat rendahMulai muncul di pencarian lokal
Alt text gambar galeriTidak ada100% teroptimasi
Halaman dengan title tag & meta0Semua halaman utama

Angka traffic 100–200 kunjungan per bulan mungkin terdengar kecil dibandingkan website besar, tapi konteksnya perlu diingat: ini adalah website seniman lokal di satu kota, bukan platform nasional. Yang lebih penting dari volume adalah kualitas pengunjung — orang yang datang melalui keyword seperti “commission painting Memphis” jauh lebih mungkin menjadi klien dibanding pengunjung yang datang karena keyword yang tidak relevan.

Apa yang Terjadi Setelah 6 Bulan

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dari klien adalah: setelah 6 bulan selesai, apakah kita mulai dari nol lagi? Jawabannya tidak. Fondasi yang dibangun selama 6 bulan tidak hilang. Yang berubah adalah mode kerjanya.

Bulan ke-7 dan seterusnya masuk ke mode maintenance dan scale: konten blog terus ditambah secara berkala, backlink terus dibangun meski dengan intensitas lebih rendah, dan ranking yang mulai turun dipantau dan diperbaiki sebelum drop terlalu jauh. SEO bukan proyek dengan titik akhir yang jelas — ini adalah pekerjaan berkelanjutan yang intensitasnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi klien.

Pelajaran dari Proyek Ini

Proyek ini mengingatkan saya pada satu hal yang sering terlupakan: sebagian besar website kecil tidak kalah di SEO karena kompetisi yang terlalu ketat — mereka kalah karena tidak pernah benar-benar mulai. Carolynclosz.com bukan website yang buruk. Ia punya konten yang baik, portofolio yang kuat, dan layanan yang nyata. Yang kurang hanyalah sinyal yang membantu Google memahami siapa websitenya dan untuk siapa.

Optimasi keyword bukan tentang menjejalkan kata-kata tertentu sebanyak mungkin ke dalam teks. Ini tentang memastikan setiap halaman berbicara dengan jelas tentang apa yang ditawarkan, siapa yang dilayani, dan di mana — sehingga ketika seseorang di Memphis mencari seniman untuk melukis potret keluarganya, website ini punya kesempatan nyata untuk ditemukan.